MERAH DELIMA, SATU LAGI BUKTI KEBESARAN ILAHI

BUKAN HANYA PERMATA, KERIS, SAMURAI, BATARAKARANG ATAU JENGLOT YANG PUNYA 'DIGDAYA'. ATAS NAMA ALLAH SWT, MERAH DELIMA ADALAH WUJUD NYATA INTI SURAT TAUHID DARI KITAB SUCINYA . . .

WWW.MUSEUMRAJA.BLOGSPOT.COM

SENTRA PERMATA, BENDA PURBAKALA, ANTIQ, KUNO, KELAS DUNIA. SEMUA DIAMOND BERSERTIFIKAT. UNTUK DIAMOND BESAR SILAHKAN KONFIRMASI
~ Sang Juara ~

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.
Ada seorang anak bernama Unyil. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Unyil lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya . Namun, Unyil bangga dengan itu semua. Sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4jalur terpisah diantaranya.
Namun, sesaat kemudian. Unyil meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. la tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian. la berkata, "Ya, aku siap!".
Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing "Ayo ayo . . cepat . . cepat. . maju. . maju". begitu teriak mereka. Daaann . . . sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Unyil lah pemenangnya. Ya, semuanya senang riang, begitu juga Unyil. la berucap dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Unyil maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Unyil terdiam. "Bukan Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Unyil.
la lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolong kita mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Renungan:
Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Unyil tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Unyil, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. la tak berdoa untuk menang dan menyakiti yang lainnya. Namun Unyil bermohon pada Tuhan agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. la berdoa agar diberikan kemuliaan dengan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.
Mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan dengan berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permmtaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik. Menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya tuntunan-Nya dan panduan-Nya?
Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang "berat", bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Bukankah ada saat dimana Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang mukmin & shaleh dengan kasih sayang ? . . .
Supaya kita tetap menjadi Juara atas diri kita untuk apapun yang ditetapkan Allah bagi kita . . .

0 komentar:

 
~ THE BIG SUPPORT YOUR BUSINESS ~ © 2008. Template Design By: SkinCorner