MERAH DELIMA, SATU LAGI BUKTI KEBESARAN ILAHI

BUKAN HANYA PERMATA, KERIS, SAMURAI, BATARAKARANG ATAU JENGLOT YANG PUNYA 'DIGDAYA'. ATAS NAMA ALLAH SWT, MERAH DELIMA ADALAH WUJUD NYATA INTI SURAT TAUHID DARI KITAB SUCINYA . . .

WWW.MUSEUMRAJA.BLOGSPOT.COM

SENTRA PERMATA, BENDA PURBAKALA, ANTIQ, KUNO, KELAS DUNIA. SEMUA DIAMOND BERSERTIFIKAT. UNTUK DIAMOND BESAR SILAHKAN KONFIRMASI
Kalo di jam Biologi ada 'bulat-kisut', kami menamai diri dgn Biologis Name "Anak-anak Pasda". Entah apa maknanya, sampai kini akupun tak tau arti sebenarnya (jam bahasa aku lbh suka kantin sekolah). Entah 'Pasukan Fisika Dua', ato 'Pamer Isi Dada', entah pula 'Pas-pasan Dompetnya' - -
Apapun namanya, seribu satu kisah 17 taon yll tetap segar dalam kepala ini . . .


Keluarga Kaspo and the Gank.
Ngakunya sih,
Ngerasa lebih dari sekedar teman sekelas.






Banyak cerita dan kisah di jaman digital ini, ada hikayat, sejarah, tamsil, horor, humor, sampai rumor dan gosip. Namun, cuma ada 1 yg terpanas di awal 90-an sampai detik ini di milis sohib2 sekolah kami, yaitu foto ini (halah!). Khaq, Foto Panas ini asli, tanpa rekayasa. Saking panasnya setelah pemotretan jam 13 ini, muka, body dst gosong bak pohon pinang di 17-an, sampe tak tahu beda Pak Nasrukan & diriku ini hehehe - - - walafuw Pak.



Nak kanak SMP pojok alon-alon Tuban. Bakat terpendam masing-masing emang sudah pada muncul. Lihat aja style sang Sepeh Rojo Kaspo, Yayuk Naga Bonar, Noko Crime Justice, Yayuk Ria Kenes, dan Sus Ariani Cempluk
Hehehe - - -





Wajah-wajah lugu Bapak dan Ibu Guruku SDN Kebonsari "Lapangan Tangsi". Di SD teladan inilah banyak rekaman yang pantas diingat dan disyukuri - - -






~ Kisah: Malaikat Pelindung ~

Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya kepada Tuhan "Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi Tapi, aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?"
Tuhanpun menjawab "Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu " Si kecil berkata lagi, "Tapi, disini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia. Tuhanpun menjawab, "Tak apa, malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia " Namun si kecil bertanya lagi, "Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa mereka?
Tuhanpun menjawab, "Malaikatmu itu, akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia. "Si kecil bertanya lagi, "Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, ya Tuhan?"
Tuhanpun kembali menjawab, "Malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa " Lagi-lagi, si kecil bertanya, "Namun, aku mendengar, disana, ada banyak orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?
Tuhanpun menjawab, "Tenang, malaikatmu, akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentmganya sendiri untuk keselamatanmu". Namun, si kecil kini malah sedih, "Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak mehhat-Mu lagi. Tuhanpun menjawab lagi, "Malaikatmu, akan selalu mengajarkanmu keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, Aku akan selalu ada disisimu". Hening, Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup "Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku itu"
Tuhanpun kembali menjawab, "Nama malaikatmu mungkin tak begitu penting bagimu. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan : Ibu"



~ Mawar Untuk Ibu ~

Seorang pria di Malang berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal di Tuban. Begitu keluar dan mobilnya ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenapa, dijawab oleh gadis kecil: "Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu."
Pria itu tersenyum dan berkata, "Ayo ikut aku akan membelikanmu bunga yang kau mau." Kemudian ia belikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.
Ketika selesai dan hendak pulang. la menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya. "Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?"
Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum dimana lalu gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.
Melihat hal ini pria itu terhenyak sesaat, hatinya berdesir trenyuh dan khawatir sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan pengirimannya. la mengambil karangan bunga yang dipesannya, membawanya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 200 km menuju rumah ibunya, halaman Pesarean Sunan Bonang Tuban . . .

Salam Cinta & Doa utk Ibu,
Sigit Kali Tempe

0 komentar:

 
~ THE BIG SUPPORT YOUR BUSINESS ~ © 2008. Template Design By: SkinCorner